MEMPERINGATI 17 AGUSTUS, NU RANTING KEDUNGREJO MENGADAKAN DOA BERSAMA DI MARKAS BESAR OELAMA”

Radarnews9.com || SIDOARJO – Hari ini 17 Agustus 2022, Pengurus ranting Nahdlatul Ulama Kedungrejo di ketuai Ust. Adim S.pd beserta Banom Nu menggelar kegiatan Doa Bersama di Gedung peninggalan Ulama yang bertempat di jln brigjen katamso 1 ,dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke 77 tahun.(DendiPost)

Sejarah adalah pintu refleksi masa depan. Barang siapa menghargai sejarah, berarti juga menghargai masa depannya. Sebagai palagan pertempuran melawan Belanda dan sekutunya, Surabaya, Sidoarjo dan wilayah-wilayah di sekitarnya menyimpan banyak sekali cagar budaya berkaitan perjuangan kaum Republik. Satu di antaranya adalah gedung Markas Besar Oelama di sekitar Waru Sidoarjo.

Markas Besar Oelama (MBO) adalah tempat berkumpulnya para ulama yang dipimpin oleh Kiai Bisri Syansuri sebagai Kepala Staf MBO dan menjadi sentrum komando barisan Mujahidin yg dipimpin Kiai Wahab Chasbullah untuk perjuangan 10 November 1945. Di markas MBO konon Hadratussyaikh, Mbah Wahab dan Mbah Bishri mengoordinir para kiai sepuh berkumpul.

Nahdlatul Ulama terus berupaya menjaga dan melestarikan cagar budaya peninggalan sejarah agar tetap menjadi bukti untuk generasi yang akan datang tentang nasionalisme para ulama pada era revolusi perjuangan.

Sejarah memastikan bahwa NKRI adalah wujud dari perjuangan para pendiri bangsa yang gigih jihad melawan penjajah denga mengorbankan nyawa dan harta;
Keterlibatan para kiai dan santri tidak bisa disangsikan dengan banyak bukti-bukti sejarah yang sulit terbantahkan; Markas Besar Oelama (MBO) salah satunya bukti sejarah itu. Dimarkas ini Kiai dan Santri bertemu untuk menyatukan tekad agar tidak kendur jihad untuk NKRI;

Gedung MBO, yang penuh sejarah para kiai-santri mengatur strategi melawan penjajah sebab satu komando adalah kunci sukses melawan penjajah;
Di MBO juga, para kiai melakukan “gemblengan” sebab beliau-beliau yakin pertolongan Allah Swt yang menentukan kemenangan sehingga tidak ada rasa takut demi merebut dan mempertahankan NKRI;
Atas fakta-fakta itu, kita sebagai penerus perjuangan beliau wajib bersyukur agar Allah SWT terus memberkahi bangsa ini; Karena itu, MBO harus menjadi pengingat kita khususnya kalangan santri yang setia pada dawuh kiai untuk terus mencintai NKRI sebab kekuatan dan kelemahannya tergantung pada kadar kita mengcintai bangsa;

Nahdlatul Ulama senantiasa mengawal Pancasila dan NKRI serta keberadaannya tidak dapat dipisahkan dari keberadaan NKRI itu sendiri. Nahdlatul Ulama mengajak seluruh umat Islam dan bangsa Indonesia untuk senantiasa mengedepankan pemeliharaan negara dengan menjaga sikap moderat dan bijaksana dalam menanggapi berbagai masalah. Toleransi, demokrasi dan terwujudnya akhlakul karimah dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat harus terus diperjuangkan bukan hanya demi keselamatan dan harmoni kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat di Indonesia
Tutur ketua Tanfidz NU Kedungrejo (M.Adim S.pd).
Editor:DendiNewsIls

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *